Minggu, 03 Desember 2023

Teknologi Informasi Dan Komunikasi Untuk Pembelajaran

 


    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Pembelajaran dan Pengembangan Diri


Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencangkup dua hal yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Seperti yang sudah kita bahas di atas, teknologi informasi secara umum yaitu penggunaan sistem perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) dengan menggabungkan komputer dengan jalur komunikasi untuk mengelola dan menyampaikan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah suatu hardware atau perangkat keras dalam sebuah struktur yang digunakan untuk pertukaran informasi, tanda, dan data.

Teknologi informasi dan komunikasi atau sering disebut dengan kata TIK merupakan segala kegiatan yang berkaitan dengan pemrosesan, pengelolaan, dan penyampaian atau pemindahan informasi antar media. Adapun pengertian teknologi informasi dan komunikasi menurut para ahli yaitu :

Menurut Susanto, teknologi informasi dan komunikasi atau TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk mentransfer data baik itu untuk memperoleh suatu data atau informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah

Menurut Eric Deeson, Harper Vollins Publishers, teknologi informasi (TI) penanganan informasi dengan sarana listrik dan elektronik (mikroelektronika) merupakan suatu kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan, mengolah, dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat keseluruhan.


Fungsi Teknologi Informasi dan Komunikasi

Secara umum fungsi TIK atau teknologi informasi dan komunikasi ada 3 yaitu :

1. Teknologi berfungsi sebagai alat (tools)

Yang dimaksud dengan teknologi sebagai alat yaitu teknologi berperan dalam pertukaran data, informasi, membuat data grafik, menghitung angka, mendesain, dll. Yang bisa digunakan oleh semua kalangan khususnya kamu yang masih mengenyam bangku sekolah. Di masa pandemi ini pasti kita menggunakan kecanggihan teknologi yang ada, sebagai alat untuk mengerjakan tugas dan lain lain.

2. Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science)

Kecanggihan media sosial ataupun internet khususnya “google” sudah mandarah daging di kalangan umum. Teknologi tersebut bisa digunakan untuk mencari pengetahuan di seluruh dunia, mulai dari pengetahuan umum, mata pelajaran disekolah, informasi entertainment, dll. Tetapi dengan catatan bijak dalam menggunakan internet.

3. Teknologi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy)

Teknologi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran yaitu sebagai contoh seperti pembelajaran jarak jauh karena faktor pandemi. Pembelajaran ini menggunakan ponsel/PC yang digunakan di rumah masing-masing. Dengan teknologi yang ada memungkinkan para siswa/siswi dan guru untuk melakukan pembelajaran.

Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Guru

Pertama dengan menggunakan teknologi maka guru akan sangat terbantu dalam menjalankan tugasnya dalam mengajar. Pembelajaran mereka akan lebih menarik sehingga akan dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran dari guru. Gambar dan animasi materi pelajaran akan membuat siswa lebih mudah untuk memahami dan lebih tertarik untuk lebih mendalami materi. Teknologi informasi dan komunikasi juga membantu guru dalam menguasai media supaya dapat memperjelas penyajian materi yang di sampaikan ,membangkitkan motivasi dan minat siswa sehingga dapat mempelancar proses dan hasil belajar. Pemanfaatan media ini membuat guru tidak monoton, sehingga memudahkan guru untuk menjelaskan suatu materi dari A sampai Z, dan juga membuat pembelajaran menjadi lebih menarik.

Kedua, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi memudahkan guru untuk menggali informasi lebih dalam tentang materi pelajaran yang disampaikan. Dengan menguasai teknologi informasi dan komunikasi guru akan mudah dalam mengembangkan bahan ajarnya melalui internet. Guru dapat menggunakan internet untuk mencari materi pelajaran yang akan di ajarkan dan juga mengembangkan bahan ajarnya.

Ketiga, dengan teknologi informasi dan komunikasi yang dimanfaatkan guru dalam mengajarakan memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar dan menciptakan kelas yang kondusif dan terkontrol, sehingga guru menyampaikan materi dengan nyaman.

Keempat, Dengan teknologi informasi dan komunikasi guru akan lebih pandai memilih media yang cocok untuk mata pelajaran tersebut dan guru akan mudah mendesain pembelajaran supaya pembelajaran lebih efektif dan efisien dan mudah difahami. agar pembelajaran menyenangkan guru harus bias mengemas materi agar lebih mudah dipahami siswa, menggunakan metode pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi untuk menarik perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, maka disinilah pentingnya TIK bagi guru supaya bias mendasain pembelajaran dengan baik. Dengan TIK juga guru bias menguasai media dalam proses pembelajaran.

Kelima, Maanfaat TIK juga guru bias menerapkan pembelajaran online dengan menggunakan media berbasis computer serta sebuah jaringan, yang mana materi-materi dalam system pembelajaran online bias diakses melalui jaringan website, intranet, CD-ROM, dan DVD.

Keenam, dengan teknologi informasi dan komunikasi guru dapat memanfaatkan fasilitas yang ada sebagai sumber belajar seperti pemanfaatan media wifi, pemanfaatan media computer. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi juga memecahkan masalah belajar supaya tidak monoton lagi dan pembelajaranpun akan lebih menarik. Dengan TIK guru akan bias membuat proses belajar mengajar menjadi kreatif.

Ketujuh, melalui teknologi informasi dan komunikasi yang dipakai guru dalam mengajar bias mengenalkan pada peserta didik hal-hal mengenai dunia di luar lingkungan sekitar yang lebih dulu mengalami perkembangan, kemajuan dibanding dengan daerah setempat. Sehingga pengetahuan mereka tidak hanya terbatas pada lingkungan mereka saja. Siswa juga bias menikmati pembelajaran yang sama dengan sekolah-sekolah lainnya, dan secara langsung siswa dapat mengoperasikan media berbasis teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam mengajar khususnya sekolah yang terletak di daerah merupakan suatu hal yang harus diterapkan.

Pemanfaatan TIK melalui internet memudahkan guru dalam berbagi informasi dengan guru lain maupun dengan siswa baik itulewat e-mail atau whatshap, mencari sumber bahan ajar, mencari metode baru dalam hal mengajar.

Dalam rangka menyesuaikan diri dengan kemajuan IPTEK dan era globalisasi, berbagai upaya telah ditempuh pemerintah untuk mengadakan pembaharuan dan peningkatan mutu pendidikan, yang tercermin dalam berbagai kebijakan. Salah satu kebijakan pemerintah antara lain dalam bentuk pembaharuan atau perubahan kurikulum, yang tentunya menuntut guru dan sekolah untuk lebih aktif dan kreatif mengadakan penyesuaian.

Dalam menanggapi berbagai kebijakan pemerintah itu, hampir semua sekolah merespon secara positif melalui berbagai tindakan, seperti:
  •  Mengirim guru untuk mengikuti kegiatan pelatihan, penataran, seminar dan workshop mengenai TIK.
  •  Mengadakan kegiatan pelatihan dan sosialisasi bagi seluruh guru dengan mendatangkan nara sumber.
  •  Melengkapi berbagai sarana dan media yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran.
  •  Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi dan metode, meskipun tidak semua sekolah mampu melaksanakan secara efektif.
  •  Mengadakan studi banding ke sekolah lain yang dipandang lebih maju.
Namun pada kenyataannya dilapangan masih banyak guru yang yang gagap teknologi dikarenakan mereka beranggapan bahwa pembelajaran tidak perlu menggunakan media TIK selain itu terkadang pihak sekolah mengirim guru yang sudah mahir dalam TIK, sehingga guru yang gaptek tidak mempunyai kesempatan untuk menggali ilmu tentang TIK. Para guru banyak yang terjebak pada metode pembelajaran konvensional. Padahal, kemajuan teknologi seperti internet bisa jadi sumber belajar yang menolong guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Namun masih banyak guru-guru yang gaptek khususnya guru-guru senior.

Pengembangan Potensi Peserta Didik




PENGERTIAN POTENSI 

    Secara umum pengertian potensi adalah sebuah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang sangat mungkin untuk dikembangkan, sehingga pada intinya potensi sendiri berarti suatu kemampuan yang masih bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi.

    Kata potensi berasal dari serapan dari bahasa Inggris, yaitu potencial. Artinya ada dua kata, yaitu, (1) kesanggupan; tenaga (2) dan kekuatan; kemungkinan. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia, definisi potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan, kekuatan, kesanggupan, daya.Intinya, secara sederhana, potensi adalah sesuatu yang bisa kita kembangkan (Majdi, 2007:86). Potensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari sesuatu yang masih terpendam didalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesuatu kekuatan nyata dalam diri sesuatu tersebut (Wiyono, 2006:37). Dengan demikian potensi diri manusia adalah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang masih terpendam didalam dirinya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi suatu manfaat nyata dalam kehidupan diri manusia. 

    Menurut Endra K Pihadhi (2004:6) potensi bisa disebut sebagai kekuatan, energi, atau kemampuan yang terpendam yang dimiliki dan belum dimanfaatkan secara optimal.Potensi diri yang dimaksud disini suatu kekuatan yang masih terpendam yang berupa fisik, karakter, minat, bakat, kecerdasan dan nilai-nilai yang terkandung dalam diri tetapi belum dimanfaatkan dan diolah. Sedangkan Sri Habsari (2005:2) menjelaskan, potensi diri adalah kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik. Sedangkan diri adalah seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik, perilaku dan psikologis yang dimiliki. 2 Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa potensi diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan jika didukung dengan latihan dan sarana yang memadai.



JENIS-JENIS POTENSI

Stelah kita mengetahui definisi dari Potensi diri diatas, Kita akan membahas macam-macam potensi diri pada manusia. Manusia memiliki beragam potensi diantaranya adalah sebagai berikut (Nashori, 2003:89): 
  1. Potensi Berfikir; Manusia memiliki potensi berfikir.Seringkali Alloh menyuruh manusia untuk berfikir, maka berfikir. Logikanya orang hanya disuruh berfikir karena ia memiliki potensi berfikir. Maka, dapat dikatakan bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk belajar informasi-informasi baru, menghubungkan berbagai informasi, serta menghasilkan pemikiran baru. 
  2. Potensi Emosi; Potensi yang lain adalah potensi dalam bidang afeksi/emosi. Setiap manusia memilki potensi cita rasa, yang dengannya manusia dapat memahami orang lain, memahami suara alam, ingin mencintai dan dicintai, memperhatikan dan diperhatikan, menghargai dan dihargai, cenderung kepada keindahan. 
  3. Potensi Fisik; Adakalanya manusia memilki potensi yang luar biasa untuk membuat gerakan fisik yang efektif dan efisien serta memiliki kekuatan fisik yang tangguh.Orang yang berbakat dalam bidang fisik mampu mempelajari olah raga dengan cepat dan selalu menunjukkan permainan yang baik.
  4. Potensi Sosial; Pemilik potensi sosial yang besar memiliki kapasitas menyesuaikan diri dan mempengaruhi orang lain. Kemampuan menyesuaikan diri dan mempengaruhi orang lain didasari kemampuan belajarnya, baik dalam dataran pengetahuan maupun ketra


CARA MENGEMBANGKAN POTENSI DIRI
  • Membangun Keterampilan dan Pengetahuan yang Ada

Sebagai guru, kita perlu mencari tahu pengetahuan apa saja yang sudah siswa ketahui dan kemampuan apa saja yang perlu menjadi fokus pengembangan. Selalu ada pengetahuan sebelumnya yang bisa ditemukan dan akan ada cara untuk menggunakan pengetahuan tersebut dalam mengembangkan potensi siswa. Setelah mengetahuinya, hal yang perlu kita lakukan adalah mencari cara baru yang kreatif untuk kemudian menggunakannya dalam mengembangkan potensi siswa

  • Memberikan Motivasi Intrinsik

Biasanya, kita menggunakan motivasi eksternal untuk mendukung siswa belajar. Padahal, cara terbaik untuk memotivasi mereka adalah dengan mengubah pola pikirnya dalam belajar, termasuk mengenai potensi yang dimiliki. Kita bisa memberikan motivasi dan meyakini siswa bahwa potensi yang ada dalam dirinya dapat membawa keberhasilan jika dikembangkan secara optimal. Dengan begitu, tumbuh kesadaran dalam diri mereka untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

  • Menentukan Tujuan dan Target

Siswa yang semangat belajarnya rendah biasanya disebabkan oleh ketidakpahaman mereka tentang tujuan dari pembelajaran. Mereka cenderung berpikir, ‘kalau tidak ada alasan untuk mempelajari hal itu, kenapa saya harus melakukannya?’.Nah, kita bisa mengatasi hambatan itu dengan menjelaskan tujuan setiap tugas dalam rangka mengembangkan potensi siswa. Ketika siswa memahami tujuan pengembangan potensi tersebut, mereka akan lebih cepat untuk terlibat di dalamnya dan berusaha mencapai target yang ditentukan.

  • Mengajarkan Pola Pikir untuk Berkembang

Berikan pemahaman pada siswa bahwa setiap orang bisa berkembang dan memperbaiki diri. Hal ini bisa membantu mereka untuk terus berusaha meningkatkan kemampuan dan memunculkan kepercayaan diri.

  •  Melibatkan Orang Tua
Mengembangkan potensi siswa tidak bisa kita lakukan sendiri, tapi juga butuh dukungan dari orang tua mereka. Dengan melibatkan orang tua dalam pendidikan dan mendorong mereka untuk membantu siswa berhasil, hal ini akan membawa pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan pembelajaran siswa.

Selasa, 24 Oktober 2023

Geometry TCG_Kunci Jawab Kubus

 

1.      Sebuah tempat penampungan air berbentuk kubus berukuran 8 m x 8 m x 8 m. Bila sebelumnya dalam keadaan kosong, berapa air yang dibutuhkan untuk tempat penampungan air tersebut sampai penuh?

a. 64 cm2

b. 70 cm3

c. 512 cm3

d. 512 cm2

            Penyelesaian:

Diketahui s = 8 cm
Ditanyakan volume?
      V = s x s x s
      V = 8 x 8 x 8 = 512 cm³
            Jawaban : c

 

 

2.      Sebuah kubus memiliki volume 1.728 cm³. Panjang rusuk kubus tersebut adalah … cm

a.       11

b.      23

c.       10

d.      12

            Penyelesaian:


3.      Jika sebuah aquarium yang berbentuk kubus volumenya 729 liter, maka tinggi aquarim tersebut adalah .... cm

a.        5

b.       8

c.        9

d.      90

                 Penyelesaian:




4.      Luas permukaan kubus 1.350 cm². Volume kubus tersebut adalah .... cm³

a.       15

b.       3.375

c.        225

d.      1350

     Penyelesaian:






  

5.       Sebuah kolam renang berbentuk kubus memiliki kedalaman 4 meter. Volume kolam renang                   tersebut adalah .... liter

 a.        16

b.       64.000

c.        6

d.      256 

        Penyelesaian:



Geometry TCG_Kunci Jawab Balok

 1. Sebuah balok memiliki panjang 28 cm, lebar 14 cm, dan tingginya 12 cm. Volume balok tersebut adalah         .... cm³

        a. 4.700
        b. 4.702
        c. 4.704
        d. 4.706

          penyelesaian:
           Diketahui p = 28 cm, l = 14 cm, t = 12 cm

           Ditanyakan volume?
                    V = p x l x t
                    V = 28 x 14 x 12 = 4.704 cm³
                             Jawaban : c


2. Volume sebuah balok adalah 3.600 cm³. Jika panjang dan tinggi balok tersebut berturut-turut 24 cm dan         10 cm, maka lebarnya adalah .... cm.
        a. 12
        b. 14
        c. 15
        d. 18

            penyelesaian:

             Diketahui V = 3.600 cm³, p = 24 cm, t = 10 cm

 Ditanyakan lebar ?

                       V = p x l x t
                       3.600 = 24 x l x 10
                       3.600 = 240 l
                       l = 3.600 : 240 = 15 cm
         Jawaban : c


3. Sebuah balok memiliki panjang 23 cm, dan lebarnya 14 cm. Jika volume balok tersebut 5.152 cm³, maka     tingginya .... cm.
        a. 12
        b. 13
        c. 14
        d. 16

            penyelesaian:

            Diketahui p = 23 cm, l = 14 cm, V = 5.152 cm³
            Ditanyakan tinggi ?
                        V = p x l x t
                        5.152 = 23 x 14 x t
                        5.152 = 322 t
                        t = 5.152 : 322 = 16 cm
                            Jawaban : d


4. Pak Dani kotak buah berbentuk balok dengan volume sebesar 1.500 dm³. Jika lebar dan tinggi kotak buah     itu adalah 100 cm dan 125 cm, maka panjangnya adalah ….cm

        a. 120   b. 130

        c. 140  d. 160

                penyelesaian:

                Diketahui l = 100 cm, t = 125 cm, V = 1.500 dm³
                Ditanyakan tinggi ?
                            V = p x l x t
                            1.500 dm³ = p x 100 cm x 125 cm
                            1500  = 322 t
                            t = 1500 : 1250 = 1,2 dm = 120 cm
                                Jawaban : d



5. Sebuah kolam renang berbentuk balok memiliki luas alas 250 m². Jika volume kolam renang tersebut 1.000.000 liter, maka kedalaman kolam renang tersebut adalah .... m

        a. 1,4
        b. 1,5
        c. 2,5
        d. 4

               penyelesaian:

               Diketahui luas alas = 250 m², V = 1.000.000 liter = 1.000 m³
               Ditanyakan tinggi ?
                        V = luas alas x t
                        1.000 = 250 x t
                        1.000 = 250 t
                        t = 1.000 : 250 = 4 m
                                Jawaban : d

Selasa, 10 Oktober 2023

Syarat Menjadi Guru Profesional





Pengertian Guru Profesional


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, guru bermakna orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya) adalah mendidik dan mengajar. Sedangkan menurut Ondi Saondi, M. Pd, dan Drs. Aris Suherman, M. Pd dalam bukunya Etika Profesi Keguruan mendefinisikan profesi sebagi pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.

Profesional adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktikkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekadar hobi, untuk senang-senang, atau mengisi waktu luang.

Jadi, berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud guru profesional adalah seseorang yang profesinya mengajar dan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi dalam bidang mengajar tersebut.

Guru sebagai pelaksana proses pendidikan, perlu memiliki keahlian dalam melaksanakan tugasnya. Oleh karenanya keberhasilan proses belajar mengajar sangat tergantung kepada bagaimana guru mengajar. Agar guru dapat melaksanakan tugasnya dengan efektif dan efisien, maka guru perlu memiliki kompetensi yang dapat menunjang tugasnya, yang disebut dengan kompetensi guru profesional. Kompetensi tersebut antara lain sebagai berikut :

1. Kompetensi Pribadi

Adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Sub kompetensi dalam kompetensi kepribadian meliputi :

a) Kepribadian yang mantap dan stabil meliputi bertindak sesuai dengan norma sosial, bangga menjadi guru, dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.

b) Kepribadian yang dewasa yaitu menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru.

c) Kepribadian yang arif adalah menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.

d) Kepribadian yang berwibawa meliputi memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.

e) Berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan meliputi bertindak sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong) dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.




2. Kompetensi Profesional

Adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya. Sub kompetensi dalam kompetensi profesional adalah :

a) Mengerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik filosofis dan psikologis

b) Mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai dengan tingkat perkembangan perilaku peserta didik

c) Mampu menangani mata pelajaran atau bidang studi yang ditugaskan kepadanya

d) Mengerti dan dapat menerapkan metode mengajar yang sesuai

e) Mampu menggunakan berbagai alat pelajaran dan media serta fasilitas yang lain

f) Mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pengajaran

g) Mampu melaksanakan evaluasi belajar

h) Mampu menumbuhkan kepribadian peserta didik




3. Kompetensi Sosial

Kemampuan sosial tenaga kependidikan adalah salah satu daya atau kemampuan tenaga kependidikan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang baik serta kemapuan untuk mendidik, membimbing masyarakat dalam menghadapi kehidupan yang akan datang. Tenaga kependidikan harus mampu berkomunikasi dengan masyarakat, mampu bergaul dan melayani masyarakat dengan baik, mampu mendorong dan menunjang kreatifitas masyarakat, dan menjaga emosi dan perilaku yang tidak baik.


4. Kompetensi Pedagogik

Kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Sub kompetensi dalam kompetensi Pedagogik adalah :

a) Memahami peserta didik secara mendalam yang meliputi memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, prinsip-prinsip kepribadian, dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.

b) Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran yang meliputi memahami landasan pendidikan, menerapkan teori belajar dan pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar, serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.

c) Melaksanakan pembelajaran yang meliputi menata latar pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.

d) Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran yang meliputi merancang dan melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode, menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.

e) Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya meliputi memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik, dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi non akademik.




Syarat - Syarat Menjadi Guru Professional

Dilihat dari tugas dan tanggung jawabnya, tenaga kependidikan ternyata bahwa untuk menyandang pekerjaan dan jabatan tersebut dituntut beberapa persyaratan. Menurut Muhammad Ali ( 1985 : 35 ) sebagai berikut :

1. Menuntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam

2. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya

3. Menuntut tingkat pendidikan keguruan yang memadai

4. Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakannya

5. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupannya

Untuk itulah seorang guru harus mempersiapkan diri sebaik – baiknya untuk memenuhi panggilan tugasnya, baik berupa im-service training (diklat/penataran) maupun pre service training (pendidikan keguruan secara formal). Secara khusus, sebagai sebuah profesi keguruan, ada beberapa kriteria seorang guru. Menurut versi National Education Association (NEA), guru berarti jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual, menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus, memerlukan persiapan profesional yang lama, memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan, menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen, menentukan standarnya sendiri, lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi, mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

Tidak mudah menjadi guru, perlu persiapan, latihan, pembiasaan dan pendidikan yang cukup. Itulah sebabnya, salah satu kompetensi guru profesional itu harus ada ijazah guru. Ijazah bukan semata-mata karena alasan formalitas.

Selain itu sebagaimana dikemukakan oleh tim pembina kuliah Didaktik metodik kurikulum UPI ( 1989 : 9 ) persyaratan guru adalah :

1. Persyaratan Fisik yaitu kesehatan jasmani

2. Persyaratan psikis yaitu sehat rohaninya serta diharapkan memiliki bakat dan minat keguruan

3. Persyaratan mental yaitu memiliki sikap mental yang baik terhadap profesi keguruan mencintai dan mengabdi dedikasi pada tugas jabatannya.

4. Persyaratan moral yaitu sifat susila dan budi pekerti yang luhur

5. Persyaratan intelektual atau akademis yaitu mengenal pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperoleh dari lembaga pendidikan guru yang memberi bekal untuk menunaikan tugas sebagai pendidik formal di sekolah

6. Berdasarkan PP nomor 19 tahun 2007 tentang standar nasional pendidikan, standar tenaga pendidik ditetapkan, pendidik pada usia dini SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA atau bentuk lain yang sederajat memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum Diploma IV atau sarjana S1, latar belakang pendidikan tinggi dibidang pendidikan anak usia dini , SD/ MI, SMP/MTs, SMA atau yang sederajat dan kependidikan lain atau psikologi dan sertifikasi profesi guru

Guru yang memenuhi persyaratan atau yang profesional tentunya akan dapat menumbuhkan perhatian siswa dalam belajar, sehingga dapat mewujudkan situasi belajar mengajar yang baik. Sebagaimana Nana Sudjana ( 2000 : 16 ) menyatakan : “Tanggung jawab dalam mengembangkan profesi pada dasarnya ialah tuntunan dan panggilan untuk selalu mencintai, menghargai, menjaga, dan meningkatkan tugas dan tanggung jawab terhadap profesi. Guru harus sadar bahwa tugas dan tanggung jawabnya tidak bisa dilakukan oleh orang lain kecuali oleh dirinya sendiri.”

Berkenaan dengan hal tersebut diatas sehingga dalam kegiatan belajar mengajar, guru dituntut dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan penuh rasa tanggung jawab disertai dengan kasih sayang kepada siswa sehingga dapat menarik perhatian siswa, minat serta keaktifan dalam belajar mengajar dengan baik dan optimal.


Upaya-Upaya untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru

Profesionalisme guru merupakan acuan yang sangat penting bagi peningkatan dunia pendidikan. banyak cara yang dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Jalan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Profesionalisme guru antara lain:

1. Peningkatan kesejahteraan.

Agar seorang guru bermartabat dan mampu “membangun” manusia muda dengan penuh percaya diri, guru harus memiliki kesejahteraan yang cukup (gaji yang memadai). Perlu ditata ulang sistem penggajian guru agar gaji yang diterimanya setiap bulan dapat mencukupi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya dan pendidikan putra-putrinya.

Dengan penghasilan yang mencukupi, tidak perlu guru bersusah payah untuk mencari nafkah tambahan di luar jam kerjanya. Guru akan lebih berkonsentrasi pada profesinya, tanpa harus mengkhawatirkan kehidupan rumah tangganya serta khawatir akan pendidikan putra-putrinya. Guru mempunyai waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri tampil prima di depan kelas. Jika mungkin, seorang guru dapat meningkatkan profesinya dengan menulis buku materi pelajaran yang dapat dipergunakan diri sendiri untuk mengajar dan membantu guru-guru lain yang belum mencapai tingkatnya. Hal ini dapat lebih menyejahterakan kehidupan guru dan akan lebih meningkatkan status sosial guru. Guru akan lebih dihormati dan dikagumi oleh anak didiknya. Jika anak didik mengagumi gurunya maka motivasi belajar siswa akan meningkat dan pendidikan pasti akan lebih berhasil.

2. Kurangi beban guru dari tugas-tugas administrasi yang sangat menyita waktu.

Sebaiknya tugas-tugas administrasi yang selama ini harus dikerjakan seorang guru, dibuat oleh suatu tim di Diknas atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang disesuaikan dengan kondisi daerah dan bersifat fleksibel (bukan harga mati) lalu disosialisasikan kepada guru melalui sekolah-sekolah. Hal ini dapat dijadikan sebagai pegangan guru mengajar dalam mengajar dan membantu guru-guru pemula untuk mengajar tanpa membebani tugas-tugas rutin guru.

3. Penyelenggaraan pelatihan dan sarana.

Salah satu usaha untuk meningkatkan profesionalitas guru adalah pendalaman materi pelajaran melalui pelatihan-pelatihan. Beri kesempatan guru untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tanpa beban biaya atau melengkapi sarana dan kesempatan agar guru dapat banyak membaca buku-buku materi pelajaran yang dibutuhkan guru untuk memperdalam pengetahuannya.

4. Pembinaan perilaku kerja.

Studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penelitian penelitian manajemen dua puluh tahun belakangan bermuara pada satu kesimpulan utama bahwa keberhasilan pada berbagai wilayah kehidupan ternyata ditentukan oleh perilaku manusia, terutama perilaku kerja.

5. Penciptaan waktu luang.

Waktu luang sudah lama menjadi sebuah bagian proses pembudayaan. Salah satu tujuan pendidikan klasik (Yunani-Romawi) adalah menjadikan manusia makin menjadi "penganggur terhormat", dalam arti semakin memiliki banyak waktu luang untuk mempertajam intelektualitas dan kepribadian.

6. Memahami tuntutan standar profesi yang ada.

Upaya memahami tuntutan standar profesi yang ada (di Indonesia dan yang berlaku di dunia) harus ditempatkan sebagai prioritas utama jika guru kita ingin meningkatkan profesionalismenya. Hal ini didasarkan kepada beberapa alasan sebagai berikut: Pertama, persaingan global sekarang memungkinkan adanya mobilitas guru secara lintas negara. Kedua, sebagai profesional seorang guru harus mengikuti tuntutan perkembangan profesi secara global, dan tuntutan masyarakat yang menghendaki pelayanan vang lebih baik. Cara satu-satunya untuk memenuhi standar profesi ini adalah dengan belajar secara terus menerus sepanjang hayat, dengan membuka diri yakni mau mendengar dan melihat perkembangan baru di bidangnya.

7. Mencapai kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan.

Kemudian upaya mencapai kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan juga tidak kalah pentingnya bagi guru. Dengan dipenuhinya kualifikasi dan kompetensi yang memadai maka guru memiliki posisi tawar yang kuat dan memenuhi syarat yang dibutuhkan. Peningkatan kualitas dan kompetensi ini dapat ditempuh melalui diklat/penataran dan berbagai upaya lain untuk memperoleh sertifikasi

8. Membangun hubungan kesejawatan yang baik dan luas termasuk lewat organisasi profesi.

Upaya membangun hubungan kesejawatan yang baik dan luas dapat dilakukan guru dengan membina jaringan kerja atau networking. Guru harus berusaha mengetahui apa yang telah dilakukan oleh sejawatnya yang sukses

9. Mengembangkan etos kerja atau budaya kerja yang mengutamakan pelayanan bermutu tinggi.

Selanjutnya upaya membangun etos kerja atau budaya kerja yang mengutamakan pelayanan bermutu tinggi kepada konstituen merupakan suatu keharusan di zaman sekarang. Semua bidang dituntut untuk memberikan pelayanan prima. Guru pun harus memberikan pelayanan prima kepada konstituennya yaitu siswa, orangtua dan sekolah. Terlebih lagi pelayanan pendidikan adalah termasuk pelayanan publik vang didanai, diadakan, dikontrol oleh dan untuk kepentingan publik. Oleh karena itu guru harus mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada publik.

10. Mengadopsi inovasi atau mengembangkan kreativitas dalam pemanfaatan teknologi

komunikasi dan informasi mutakhir agar senantiasa tidak ketinggalan dalam kemampuannya mengelola pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan media dan ide-ide baru bidang teknologi pendidikan seperti media presentasi, komputer dan juga pendekatan-pendekatan baru bidang teknologi pendidikan. 

Teknologi Informasi Dan Komunikasi Untuk Pembelajaran

       Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Pembelajaran dan Pengembangan Diri Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencangku...